Menjadi pelaut bukan hanya soal memiliki sertifikat dan keterampilan kerja. Syarat fisik bagi calon pelaut juga menjadi bagian penting sebelum mengikuti pendidikan, pelatihan, maupun bekerja di kapal. Karena itu, calon pelaut perlu memahami standar pemeriksaan kesehatan sejak awal agar proses persiapan berjalan lebih lancar. Pemeriksaan kesehatan pelaut mengacu pada ketentuan Kementerian Perhubungan, termasuk Permenhub Nomor PM 40 Tahun 2019 tentang pemeriksaan kesehatan pelaut dan tenaga penunjang keselamatan pelayaran.
Apa Saja Syarat Fisik Calon Pelaut?
Pada dasarnya, calon pelaut perlu memiliki kondisi fisik yang mendukung keselamatan dan kemampuan menjalankan tugas di lingkungan kapal. Oleh sebab itu, pemeriksaan tidak hanya melihat kondisi tubuh secara umum, tetapi juga beberapa aspek penting berikut:
- Penglihatan: pemeriksaan mencakup ketajaman penglihatan dan kemampuan mengenali warna atau buta warna.
- Pendengaran: tes audiometri membantu menilai kemampuan mendengar, terutama karena pelaut bekerja di lingkungan dengan berbagai sumber suara.
- Kondisi fisik umum: dokter menilai kondisi tubuh berdasarkan pemeriksaan medis dan kebutuhan pekerjaan di kapal.
- Kesehatan gigi: kondisi gigi dan mulut turut di periksa sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan.
- Pemeriksaan jantung: pemeriksaan seperti EKG dapat di lakukan sesuai prosedur pemeriksaan kesehatan pelaut.
- Pemeriksaan laboratorium dan radiologi: hasil pemeriksaan membantu dokter memperoleh gambaran kesehatan calon pelaut secara lebih menyeluruh.
Dengan demikian, calon pelaut sebaiknya tidak hanya fokus pada berat badan atau bentuk tubuh. Sebaliknya, kesiapan kesehatan secara menyeluruh menjadi faktor yang lebih penting. Standar pemeriksaan dapat mengikuti jenis pekerjaan, jabatan, serta ketentuan medis yang berlaku.
Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menjadi Pelaut
Sebelum pemeriksaan, siapkan dokumen yang di minta oleh fasilitas kesehatan. Berdasarkan standar pelayanan pemeriksaan kesehatan pelaut BKKP, calon pelaut atau kadet dapat di minta membawa KTP atau paspor, BST aktif, serta pas foto. Selain itu, calon peserta juga perlu mengikuti instruksi persiapan pemeriksaan, termasuk puasa apabila fasilitas kesehatan mensyaratkannya.
Selanjutnya, pemeriksaan dapat meliputi visus, buta warna, audiometri, EKG, pemeriksaan fisik, gigi, radiologi, dan laboratorium. Karena setiap fasilitas dapat menerapkan alur layanan tertentu, calon pelaut sebaiknya mengecek persyaratan terbaru sebelum datang.
Tips Agar Siap Mengikuti Medical Check Up Pelaut
- Istirahat yang cukup sebelum pemeriksaan.
- Jaga pola makan dan konsumsi air secara wajar.
- Hindari aktivitas fisik berlebihan menjelang pemeriksaan.
- Siapkan seluruh dokumen administrasi sejak jauh hari.
- Ikuti instruksi puasa atau persiapan lain dari klinik pemeriksa.
- Jangan menyembunyikan riwayat kesehatan kepada dokter karena pemeriksaan bertujuan memastikan kesiapan bekerja secara aman.
Butuh Pendampingan Persiapan Pelaut?
Jika Anda masih bingung mengenai syarat fisik calon pelaut, dokumen, atau tahapan persiapan sebelum mengikuti proses kepelautan, Jangkar Groups dapat membantu memberikan informasi dan pendampingan sesuai kebutuhan. Dengan persiapan yang lebih terarah, Anda dapat mengurangi kesalahan administrasi dan memahami tahapan yang perlu dilakukan.
FAQ Syarat Fisik Calon Pelaut
Apakah calon pelaut wajib menjalani pemeriksaan kesehatan?
Ya. Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan calon pelaut mengikuti pendidikan atau menjalankan pekerjaan di kapal.
Apakah mata minus membuat calon pelaut otomatis gagal?
Tidak selalu. Penilaian bergantung pada hasil pemeriksaan penglihatan dan standar kesehatan yang berlaku untuk pekerjaan atau jabatan terkait.
Apakah buta warna diperiksa?
Ya. Pemeriksaan buta warna termasuk salah satu pemeriksaan yang tercantum dalam standar pemeriksaan kesehatan pelaut.
Apa saja pemeriksaan yang biasanya dilakukan?
Pemeriksaan dapat mencakup visus, buta warna, audiometri, EKG, fisik, gigi, radiologi, dan laboratorium sesuai prosedur fasilitas pemeriksa.